United Indonesia - Manchester United Indonesia Supporters Club

United Indonesia - Manchester United Indonesia Supporters Club (http://www.unitedindonesia.org/forum/index.php)
-   World Cup 2010 (http://www.unitedindonesia.org/forum/forumdisplay.php?f=84)
-   -   Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya. (http://www.unitedindonesia.org/forum/showthread.php?t=2224)

Anderstone 02-07-2010 07:46 PM

Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
Total Football? Joga Bonito? Tunggu Dulu
oleh Pangeran Siahaan

www.supersoccer.co.id

Tidak ada yang abadi, begitu juga gaya permainan tradisional negara-negara sepakbola yang sudah dikenal selama ini.

Total Football, begitu sebutan yang selalu tersemat pada tubuh timnas Belanda. Permainan indah menyerang di mana semua pemain bisa rotasi posisi saling mengisi pos satu sama lain. Seru memang kedengarannya, tapi hingga babak 16 besar usai, nampaknya tim Oranye belum mampu memenuhi ekspektasi akan label yang menempel pada skuad mereka. Saya belum lahir saat Johan Cruyff, Johan Neeskens, dan Rob Rensenbrink memainkan Total Football yang ditelurkan pelatih Rinus Michels itu, tapi nampak jelas bahwa timnas Belanda di bawah Bert van Marwijk tidak sedang menerapkan gaya permainan tersebut.

Belanda memiliki kreator lebih dari cukup di lapangan tengah untuk memainkan sepakbola menawan. Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, dan Arjen Robben adalah jaminan mutu. Begitu juga dengan ujung tombak Robin van Persie yang lebih stylish dari bomber tradisional. Semua ditinggalkan karena permainan indah tidak memberikan piala.

Van Marwijk beranggapan bahwa konsistensi lebih dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan dibanding memainkan sepakbola indah. Ia sadar betul bahwa timnya jauh sekali dari bayang-bayang Total Football Belanda 1974.

”Selama ini kami menjadi tim yang menghibur pada setiap turnamen, tapi selalu gagal menang pada laga krusial. Kami berubah sekarang. Kami ingin menang,” ujar van Marwijk. Lupakan Total Football, Belanda lebih membosankan sekarang, tapi mereka menang.

Dalam skala yang berbeda, isu yang sama selalu menerpa kubu Brazil. Setiap orang yang pernah mendengar nama Pele pasti berharap Brazil selalu tampil seperti penari samba yang atraktif. Bukannya tidak mengesankan, tapi tuduhan bermain pragmatis kerap dilemparkan kepada tim Brazil sejak Luiz Felipe Scolari menukangi tim tersebut tahun 2002.

Setelah kursi panas kepelatihan Brazil diduduki oleh Dunga yang mantan gelandang bertahan itu, kecaman bahwa Brazil bermain terlalu pragmatis dan meninggalkan ciri Joga Bonito kembali terdengar. Apalagi setelah Dunga memutuskan untuk tidak membawa Ronaldinho dan Alexandre Pato ke Piala Dunia karena dipandang tidak dibutuhkan oleh tim.

Sebenarnya tudingan bahwa Brazil sekarang sama sekali tidak memainkan sepakbola indah lebih karena prasangka yang didasarkan pada gaya Dunga saat masih jadi pemain dulu. Sulit untuk mengatakan bahwa Brazil tidak impresif setelah menengok permainan mereka hingga perempatfinal ini. Satu-satunya momen di mana Brazil nampak semenjana adalah pada babak pertama melawan Korea Utara, selebihnya Brazil tampil sesuai standar mereka.
Jika Belanda dan Brazil lebih memilih mengadopsi sepakbola efektif dan membuat diri mereka terlihat seperti Jerman, maka Jerman sekarang dengan sadar membuat diri mereka terlihat seperti.....Belanda.

Operan bola yang mengalir, pergerakan pemain yang dinamis, serangan lewat kedua sayap yang eksplosif, dan seorang maestro di lapangan tengah, Joachim Low telah membawa panser Jerman yang kaku dan lambat ke acara Pimp My Ride dan memodifikasinya menjadi sebuah kendaraan yang cepat dan taktis tanpa meninggalkan efektivitas khas Nationalmannschaft.

Jerman sekarang adalah Jerman yang tidak Jerman. Bukan cuma dari permainan, tapi juga dari latar belakang etnis anggota skuadnya yang beragam itu. Sejauh ini tidak ada yang protes kecuali kelompok-kelompok politik ultra-kanan yang menyuarakan ketidaksukaan mereka pada banyaknya anak imigran di timnas mereka. Jika Jerman juara pada turnamen kali ini, mungkin mereka akan bungkam sama seperti kelompok sayap kanan di Prancis usai Didier Deschamps dkk jadi juara tahun 1998.

Tidak ada yang abadi, perubahan selalu datang, errr.....bagaimana bisa saya melupakan Inggris yang bermain bagai seonggok fosil sepakbola dari abad silam?

Jika timnas Inggris berpacaran dengan sebuah formasi sepakbola, maka kesetiaan Inggris terhadap skema 4-4-2 dan Kick and Rush tiada bandingnya. Saya yakin pada waktu FA memberanikan diri menunjuk pelatih asing untuk memegang tim nasional negara yang mengaku menemukan sepakbola itu, mereka berharap akan ada sesuatu hal yang berbeda ditawarkan. Nyatanya, Inggris tidak berubah.

Dengan Wayne Rooney yang tidak mampu mereplikasi performa gemilang di level klub dan Frank Lampard serta Steven Gerrard yang lupa bahwa kewajiban utama gelandang adalah menyuplai bola ke depan alih-alih terus menerus melepaskan tembakan, Inggris di Piala Dunia 2010 adalah mimpi buruk.

Suara-suara miring mengatakan bahwa Fabio Capello tidak mampu mengerti jiwa permainan sepakbola Inggris. Sebaliknya, apa yang ditampilkan Inggris di lapangan adalah sebuah gambaran sepakbola Inggris secara umum yang menyenangi umpan jauh dari belakang, bola dikejar oleh para penyerang, syukur-syukur dapat dan mencetak gol.

Angin perubahan bertiup menyapu jagat, tapi rupanya tidak sampai ke Inggris.
-----------------------------------------------

Gue selalu berpikir dari dulu bahwa penyematan label permanen pada tim2 sepakbola misalnya Belanda pasti Total Football dan Brazil pasti Joga Bonito itu absurd. Setiap pelatih punya cara2 sendiri untuk menang.

what do you think?

devil_dee 02-07-2010 09:44 PM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
tulisannya pang emg wokeehhhh...
balik lg ke peribahasa jadul
tak ada yg abadi (eh itu lagu peterpan yak?:D)

sori klo gw sotoy.. mungkin skrg2 lbh kpd gmn main bola secara efektif yah
ga pake pakem2 yg dulu nempel, tp gmn main bola biar menang..

dancoloveunited 02-07-2010 10:08 PM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
absurd memang... tapi pengecualian memang ada pada brasil, dan IMO akan selalu begitu... biarpun sudah ditekankan oleh dunga bahwa sekarang mereka pragmatis, tapi tetap aja terlihat indah...

jerman paling mencolok... mainnya jadi indah gitu... lawan inggris kemarin, itu jerman terindah yang pernah gw tonton...

hmm... yang masih gw kurang ngerti itu sexy football... gw pertama kali denger istilah ini zaman chelsea-nya gullit dulu... dan ternyata United-nya atkinson katanya juga kerap dibilang memainkan sexy football...

apa sih maksudnya??? gw liat permainan chelsea dulu gak jauh beda dengan klub lain kok... malah gw pikir permainan arsenal di era yang sama lebih menarik... so gw berkesimpulan kalo sexy football itu cuma image aja... gak ada ciri khasnya seperti total football, jogo bonito, atau bahkan kick and rush... atau gw yang salah mengambil kesimpulan?!

hehe... sorry kalo topiknya jadi gw bawa ke level klub...

Hilman-Bukan-Superman 03-07-2010 12:50 AM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
Klo zona marking ala italia gmn Om TS??

fred_umbetz 03-07-2010 02:08 AM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
Goyang Tango alamo Argentina or Sepakbola PS ala Jepang gmn oom.. :peace:

Ucup Carrick 03-07-2010 12:41 PM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
itu tak lepas dari globalisasi sepakbola itu sendiri bro...
sekarang sudah banyak pemain brazil, belanda dan argentina yang bermain di liga premier yang terkenal keras dan cepat...atau di la liga...
belum lagi beberapa negara yang memakai jasa pelatih asing...
jadi wajar perubahan dalam gaya sepakbola masing-masing tim...

Redsbusby 04-07-2010 05:28 AM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
Bener nih, satu2nya tim yg ngadopsi total football di Piala DUnia ini justru Jerman dibawah Rezim si Pelatih Cool Joachim Loew. DImana bola berada, disitu pemain jerman uda siaga:serbu:

Anderstone 04-07-2010 12:32 PM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
poin gue sebenarnya adalah bahwa melekatkan stereotype gaya permainan tradisional tiap negara pada era modern ini udah gak relevan. Belanda selalu saja diharapkan bermain Total Football padahal mereka udah gak kaya gitu. Setiap negara dengan pelatih yg beda-beda punya metode sendiri untuk meraih kemenangan dan gaya permainan itu gak ada yg abadi.

gak ada yg abadi, kecuali Inggris :D

Supernan 04-07-2010 01:06 PM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
yang gw liat di PD kali ini formasi udh ga ada patern baku lagi.

4-4-2 4-3-3 semua dikombinasikan jd pengut di lini tengah, dua jangkar yang naik turun bantu serangan maupun bertahan jd kunci permainan tim.

ditambah tanpa adanya winger murni yg menyisir sayap tim bisa digantikan oleh gelandang serang yg punya passing,driblling dan footwork yg mumpuni. (Iniesta,Bastian,Swhensteiger,Kaka,dll.)

Duo jangkar tinggal diproyeksikan jd stopper yg handal buat bantu 2 centre back tiap tim.

Formasi old skul ENG ga bakal bs menyangingi 2 gelandang jangkar yg rajin naik turun. Keculai winger ENG mempunyai skill diatas rata" seperti VIlla-SIlva.

disisi lain umpan diaonal dr centre back langsung ke striker tunggal bs jd senjata andalan tim tsb buat curi gol. Striker bisa lolos walaupun diapit 2 centre back lawan,tingaal adu sprit aja :P

Andi Istiabudi 04-07-2010 03:09 PM

Re: Evolusi "Total Football", "Joga Bonito", dan Label2 lainnya.
 
Sekarang sudah abad 21 dan tahun 2010. Sepertinya tidak mungkin menerapkan teknik permainan yang sama dengan gaya permainan di masa lalu. Mungkin masih bisa diterapkan namun tentunya disesuaikan dengan perkembangan jaman. Contohnya kalau kita perhatikan rekaman tayangan piala dunia era Pele, kita bisa melihat bahwa tendangan pada masa itu belum sekencang tendangan di masa saat ini, masih klasik dan cenderung memperlihatkan sepakbola indah. Nah kalau jaman sekarang tendangannya kencang dan permainannya pun sudah mulai berubah.

Bisa jadi gaya permainan di Piala Dunia 2010 ini akan melegenda dan akan ditiru oleh tim sepakbola puluhan tahun yang akan datang.


All times are GMT +8. The time now is 10:12 AM.

Powered by vBulletin® Version 3.8.2
Copyright ©2000 - 2024, Jelsoft Enterprises Ltd.
User Alert System provided by Advanced User Tagging v3.0.6 (Pro) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2024 DragonByte Technologies Ltd.
United Indonesia - Manchester United Supporters Club of Indonesia